Tugas Mingguan PKN

 Nama : Maulana Sufi

Nim     : 11200530000084

Kelas   : MD 2C 


Upaya Perampasan Partai Demokrat Pengaruhi Investasi 

jpnn.com, JAKARTA - Dampak dari upaya kekuatan eksternal untuk merampas Partai Demokrat (power grab) secara sewenang-wenang dan kecenderungan pembiaran oleh otoritas yang berkuasa, mulai terasa di bidang keuangan. Hal ini tercermin dalam indeks harga saham gabungan (IHSG) yang mengalami penurunan. Jika ini dibiarkan, akan menjadi preseden buruk dan memunculkan persepsi bahwa perampasan oleh kekuasaan bisa terjadi pada siapa saja. Oleh karena itu, pemerintah diharapkan bersikap adil menggunakan landasan hukum dan bukan mencari-cari justifikasi politik.

Oleh karena itu, kualitas demokrasi bergantung pada kualitas partai-partai politik sebagai aktor utama. Profesor ahli sosio-teknologi ini mengingatkan pertumbuhan ekonomi, kemajuan sosial tergantung pada kualitas demokrasi dan karenanya pada kualitas partai politik.

Dia cemas melihat upaya perampasan kepemimpinan Partai Demokrat. “Dalam agraria, dikenal land grab, atau perampasan tanah oleh pihak yang berkuasa,” kata Prof. Lebih lanjur, Sulfikar mengatakan “Dalam politik, ini menjadi power grab, salah satu ciri negara otoriter. Apalagi ada indikasi ini dilakukan secara terorganisasi.”

Setelah menguraikan kronologi kejadian dan situasi lapangan, Syahrial berkesimpulan, “Ini jelas-jelas perampasan dan pemaksaan kehendak menggunakan kekerasan, dan dibiarkan oleh aparat yang berwenang.” Menggunakan big data analytics, Kabalitbang PD Tomi Satryatomo menunjukkan pemetaan perang narasi untuk mempengaruhi opini publik antara kubu Partai Demokrat dan para pelaku KLB ilegal. Pada kubu Partai Demokrat, terlihat percakapan terjadi secara alamiah oleh akun-akun lembaga dan individu, sementara pada kubu KLB ilegal, percakapan dilakukan secara masif oleh akun-akun anonim. “Ini mengindikasikan Partai Demokrat menghadapi kekuatan di dunia maya yang memiliki sumber daya sangat besar,” ujar Tomi.(fri/jpnn)




Komentar